(فَصْلٌ) يَجِبُ صَوْمُ رَمَضَانَ بِأَحَدِ
أُمُورٍ خَمْسَةٍ:
(Fasal) Puasa Ramadhan menjadi wajib dengan sebab salah satu dari 5 perkara :
(أَحَدُهَا) بِكَمَالِ شَعْبَانَ ثَلَاثِينَ يَوْمًا
Pertama, Sebab Sempurna nya bulan Sya’ban tiga puluh hari.
(وثَانِيْهَا) بِرُؤْيَةِ الْهِلَالِ فِي حَقِّ مَنْ رَآهُ وَإِنْ كَانَ فَاسِقًا
Kedua, Sebab ru’yah
hilal (melihat hilal) bagi orang yang melihatnya walaupun ia orang fasiq.
(وَثَالِثُا) بِثُبُوتِهِ فِي حَقِّ مَنْ لَمْ يَرَهُ بِعَدْلِ شَهَادَةٍ
Ketiga, Menetapkan kebenaran hilal Ramadhan bagi orang yang tidak melihat hilal
dengan kesaksian orang adil.
(ورَابِعُهَا) بِإِخْبَارِ عَدْلِ رِوَايَةٍ مَوْثُوقٍ بِهِ
Keempat, Sebab adanya berita dari orang yang adil riwayatnya
lagi dipercayai,
سَوَاءٌ وَقَعَ فِي
الْقَلْبِ صِدْقٌ أَمْ لَا،
sama saja baik kepercayaan tersebut ada didalam hati maupun
tidak
أَوْ غَيِرْهِ مَوْثُوقٍ بِهِ إنْ وَقَعَ فِي
الْقَلْبِ صِدْقُهُ
atau ada berita dari orang yang tidak terpercaya, jika didalam hati terdapat
kepercayaan terhadap orang tersebut.
(وَخَامِسُهَا) بِظَنّ دُخُولِ رَمَضَانَ بِالِاجْتِهَادِ
Kelima Sebab prasangka masuknya bulan Ramadhan dengan ijtihad (berusaha memilih dengan memperhatikan beberapa tanda atau ciri baik melalui ilmu falak atau selainnya).
فِيمَنْ اِشْتَبَهَ عَلَيْهِ ذَلِكَ .
bagi orang yang tidak jelas masukna bulan Ramadhan.
